Budiman Tekankan Penguatan Pertanian dan Pemerataan Infrastruktur Kukar, Dorong Perusahaan Perkuat CSR
Anggota DPRD Kukar,
Budiman.
POSKOTAKALTIMNEWS, KUKAR: Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar), Budiman, menegaskan bahwa sektor pertanian harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena merupakan bagian dari program nasional yang berkaitan langsung dengan ketahanan pangan.
Budiman menyampaikan bahwa
ketahanan pangan tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi memerlukan
dukungan seluruh elemen masyarakat hingga dunia usaha.
“Pertanian itu sudah
menjadi program nasional. Sebagai warga Kutai Kartanegara dan anggota DPRD,
kita memiliki peran penting dalam menjaga dan memperkuat ketahanan pangan,”
ujar Budiman, pada Jumat (14/11/2025).
Ia berharap Pemkab Kukar
melibatkan kelompok ibu-ibu, pemuda, dan petani dalam menggerakkan sektor
pertanian, sehingga produktivitas bisa meningkat dan keberlanjutan pangan
daerah terjaga. Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat akan memperkuat posisi
pertanian sebagai pilar ekonomi daerah sekaligus mendukung program nasional
kemandirian pangan.
“Kalau semua elemen
bergerak bersama, hasilnya akan lebih nyata. Petani akan lebih sejahtera dan
ketersediaan pangan di Kukar akan terjaga,” tambahnya.
Selain isu pertanian,
Budiman juga menyoroti sejumlah kebutuhan infrastruktur yang banyak diusulkan
masyarakat, seperti penanganan jalan longsor, pembuatan parit, serta
pembangunan pagar di beberapa titik di Desa Loa Duri Ilir dan Desa Tani Bhakti,
Kecamatan Loa Janan.
Ia menilai rencana
tersebut sudah sejalan dengan program Pemkab Kukar. Namun, kondisi anggaran
2026 yang diperkirakan terbatas membuat pemerintah perlu mencari terobosan lain
dalam pembiayaan.
“Anggaran tahun 2026 ini
cukup terbatas, sehingga kita perlu mencari alternatif pendanaan. Salah satunya
melalui partisipasi perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah Kukar,” jelasnya.
Budiman mendorong
perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Kukar untuk menyalurkan CSR secara
lebih terarah guna mendukung pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan
masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha
akan mempercepat pemerataan pembangunan.
“Dengan kolaborasi dan
sinergi, pembangunan di Kutai Kartanegara akan lebih efektif dan berkelanjutan.
Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Ia optimistis bahwa
kolaborasi tersebut—dengan penguatan sektor pertanian, dukungan infrastruktur,
serta CSR perusahaan—akan membawa Kukar menuju pembangunan yang lebih merata
dan berdaya saing.
Langkah tersebut dinilai
selaras dengan visi daerah untuk mewujudkan Kukar yang mandiri, berkelanjutan,
dan sejahtera.(adv)